Harga Emas Aceh Jaya Naik Rp100 Ribu per Mayam, Warga Mulai Siasati Mahar Pernikahan
CALANG — Pergerakan harga emas kembali mengejutkan masyarakat Kabupaten Aceh Jaya. Dalam perdagangan Jumat (3/7/2026), harga emas di sejumlah toko perhiasan di Kota Calang melonjak hingga Rp100 ribu per mayam hanya dalam sehari. Kenaikan tersebut langsung menjadi perhatian, terutama bagi warga yang sedang mempersiapkan pernikahan maupun mereka yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi keluarga.
Berdasarkan pantauan di sejumlah toko emas, harga emas murni kadar 99 persen kini mencapai Rp7.800.000 per mayam atau sekitar 3,3 gram, belum termasuk ongkos pembuatan. Sehari sebelumnya, harga masih berada di kisaran Rp7.600.000 per mayam. Sementara emas London diperdagangkan di angka Rp7.700.000 per mayam, sedangkan emas berkadar 87 persen berada di kisaran Rp6.700.000 per mayam.
Kenaikan tersebut mengikuti pergerakan harga emas dunia yang kembali menguat. Pemilik toko emas di Aceh Jaya, Husaini, menjelaskan bahwa pedagang daerah tidak memiliki ruang untuk menahan kenaikan karena harga pembelian dari distributor ikut meningkat seiring lonjakan pasar internasional.
"Begitu harga dunia naik, harga dari agen juga berubah. Kami hanya menyesuaikan agar stok tetap bisa tersedia," ujarnya.
Bagi masyarakat Aceh, emas bukan hanya bernilai sebagai investasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam tradisi, terutama sebagai mahar pernikahan. Karena itu, kenaikan harga ikut memengaruhi perencanaan banyak keluarga.
Sejumlah calon pengantin kini mulai mencari cara agar beban biaya tidak terlalu berat. Ada yang memilih membeli emas secara bertahap, ada pula yang beralih ke emas dengan kadar lebih rendah agar tetap dapat memenuhi kesepakatan mahar tanpa mengganggu kondisi keuangan keluarga. Di sisi lain, sebagian warga justru memanfaatkan momentum ini dengan menjual kembali emas yang telah lama disimpan karena nilai jualnya ikut meningkat.
Meski harga terus bergerak naik, aktivitas perdagangan emas di Calang masih berlangsung cukup ramai. Sebagian pembeli memilih menunggu perkembangan harga dalam beberapa hari ke depan, sementara investor jangka panjang tetap melihat emas sebagai aset yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagi pelaku usaha perhiasan, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Permintaan memang sedikit melambat dari kalangan pembeli baru, namun transaksi penjualan kembali (buyback) dan investasi masih menjaga aktivitas pasar tetap berjalan. Jika tren penguatan harga emas dunia berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas di Aceh Jaya kembali mencetak rekor baru dalam waktu dekat.
Laporan Terkait
RUU Pusat Finansial Internasional Dibahas, Insentif Pajak 0 Persen Siap Menggebrak
Pertamax Turun Awal Agustus, Rem Darurat Inflasi Dimulai
Ekonomi Juli Terbakar Inflasi, Suku Bunga BI Bertahan
Rights Issue Saham FORU Rp27 Triliun Picu Risiko Dilusi